Salam

السلا م عليكم ورحمة الله وبركاته

Welcome to Al-Khairy Blog ~ (^_^) ~ Selamat Datang ke Al-Khairy Blog

ANDA BERHAK UNTUK MENYEBARKAN "HADIS-HADIS & FADHILAT-FADHILAT SERTA DAKWAH AMR MA'RUF" YANG ADA DALAM BLOG INI TANPA MEMINTA IZIN TERLEBIH DAHULU

Selamat Datang

Like

Search This Blog

Loading...

Aqidah Ahlulsunnah Wal Jamaah

IKUTILAH AS-SUNNAH

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (٣١)

“Katakanlah (Wahai Muhmmad): Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah s.a.w.), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Surah Ali 'Imraan, 3: 31)


لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا (٢١)

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (iaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (Surah Al-Ahzab, 33: 21)

TV Al-Quran

TvQuran

Friday, July 29, 2011

APAKAH PUASA AKAN MENGHAPUS SEMUA DOSA?

Sahabat Hikmah...

Benarkah puasa Ramadhan dapat menghapus semua dosa?
...Sehingga pada waktu Iul Fitri seperti bayi yang baru dilahirkan?

Mari kita kaji berdasarkan dalil-dali berikut ini :

Memang benar ada hadits yang sangat terkenal, Rasulullah Shalallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa puasa pada bulan Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala Alloh Swt, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari, no 1901)



Tetapi apakah semua dosa diampuni? Mayoritas ulama berpendapat bahwa ampunan dosa tersebut hanya berlaku pada dosa-dosa keci, karena Allah subhanhu wa ta'ala berfirman :

"Jika kamu menjauhi dosa dosa besar di antara dosa dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan kesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)."
(QS An Nisa:31)


Dan berdasar hadits riwayat Muslim dibawah ini :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَقُوْلُ: اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ. وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ. وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ. مُكَفِّرَاتُ
مَا بَيْنَهُنَّ. إَذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: "Sholat lima waktu, dari Jum’at ke jum’at dan dari Ramadhan ke Ramadhan ialah menghapuskan dosa diantara masing-masing apabila dijauhinya dosa-dosa besar."
(Hadits Riwayat Muslim)


Hadits dan ayat diatas memiliki dua konotasi :
• Pertama : Bahwasanya penghapusan dosa itu terjadi dengan syarat menghindari dan menjauhi dosa-dosa besar.
• Kedua : Hal itu dimaksudkan bahwa kewajiban-kewajiban tersebut hanya menghapus dosa-dosa kecil.

Sahabat Hikmah...
Lalu apa saja dosa-dosa besar tersebut?
DOSA BESAR adalah dosa yang disertai ancaman hukuman di dunia, atau ancaman hukuman di akhirat.
Abu Tholib Al-Makki berkata: Dosa besar itu ada 17 macam, yaitu :

4 macam di hati, yaitu:
1. Syirik.
2. Terus menerus berbuat maksiat.
3. Putus asa.
4. Merasa aman dari siksa Allah.

4 macam pada lisan, yaitu:
1. Kesaksian palsu.
2. Menuduh berbuat zina pada wanita baik-baik.
3. Sumpah palsu.
4. Mengamalkan sihir.

3 macam di perut. yaitu :
1. Minum Khamer.
2. Memakan harta anak yatim.
3. Memakan riba.

2 macam di kemaluan. yaitu :
1. Zina.
2. Homo seksual.

2 macam di tangan. yaitu :
1. Membunuh.
2. Mencuri.

1 di kaki, yaitu :
Lari dalam peperangan

1 di seluruh badan, yaitu :
Durhaka terhadap orang tua.

Sebagian dosa-dosa tersebut seharusnya dihukum di dunia, sebagai contoh adalah:
• Mencuri (dengan syarat-syarat) seharusnya dipotong tangannya di dunia:
"Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang [al-Mâidah/5:38-39]

• Orang merdeka yang belum menikah jika melakukan zina maka dicambuk 100 kali
“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nur: 2)

• Hukuman rajam sampai mati bagi (pelaku zina yang) muhshin (berakal, baligh dan merdeka yang telah menikah dengan pernikahan yang benar dan telah menyetubuhi istrinya meskipun air maninya tidak keluar) demikian pula seorang janda atau duda
Hadits Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa dia berkata, “Di antara ayat yang diturunkan atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah ayat rajam, kami telah membaca dan memperhatikannya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melakukan hukuman rajam dan kamipun melakukannya sepeninggal beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.” (Diriwayatkan oleh Jamaah)

Ayat yang disebutkan Umar radhiyallahu ‘anhu adalah:
“Laki-laki dan wanita yang tua (yang telah menikah) jika keduanya berzina, maka rajamlah keduanya disebabkan kelezatan yang telah mereka berdua rasakan.”

Sahabat Hikmah...
Bagi mereka yang ikhlas dihukum dengan hukum Allah dan bertaubat atas perbuatannya, niscaya Allah akan mengampuni mereka. Permasalahannya kita hidup di negara yang tidak melaksanakan syariat Islam pada hukuman pidana seperti tersebut di atas, bagaimana dengan dosa-dosa besar tersebut yang telah terlanjur kita melakukannya?

Jangan berputus asa dari Rahmat Allah Ta'ala,karena Ta'ala telah berfirman (yang artinya):
"Katakanlah: "Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kama berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagri Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar: 53).

Para jumhur ulama berpendapat, bahwa dosa-dosa besar tersebut akan diampuni dengan TAUBAT NASUKHA (taubat yang semurni-murninya).Yaitu dengan cara :
1. Meninggalkan kemaksiataan yang dilakukannya.
2. Menyesali perbuatannya.
3. Bertekad kuat untuk tidak mengulangi lagi selama-lamanya.
4. Jika terkait dengan hak-hak orang lain maka hendaklah ia mengembalikannya kepada yang memilikinya.

Apabila seorang muslim melakukan berbagai faktor yang membuatnya mendapat ampunan dan tiada sesuatu pun yang menjadi penghalang baginya, maka optimislah untuk mendapatkan ampunan. Allah Ta 'ala berfirman :
" Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman dan beramal shalih, kemudian tetap dijalan yang benar. " (QS. Thaaha : 82).

Yakni terus melakukan hal-hal yang menjadi sebab didapatnya ampunan hingga dia mati. Yaitu keimanan yang benar, amal shalih yang dilakukan semata-mata karena Allah, sesuai dengan tuntunan As-Sunnah dan senantiasa dalam keadaan demikian hingga mati. Allah Ta'ala berfirman:

"Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu apa yang diyakini (ajal)." (QS.AI-Hijr: 99).

Sahabat Hikmah...
Dosa-dosa kecilpun akan terhapus apabila puasa kita dilakukan dengan sebaik-baiknya. Karena Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda:

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy dalam Al Kabir dan sanadnya tidak mengapa. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shohih ligoirihi -yaitu shohih dilihat dari jalur lainnya-)


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ الصِّيَامَ لَيْسَ مِنَ الأَكْلِ وَالشُّرْبِ فَقَطْ إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهِلَ عَلَيْكَ فَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ

“Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya puasa itu bukan menahan dari makan dan minum saja, hanyalah puasa yang sebenarnya adalah menahan dari laghwu (ucapan sia-sia) dan rafats (ucapan kotor), maka bila seseorang mencacimu atau berbuat tindakan kebodohan kepadamu katakanlah: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’.”[Shahih, HR Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim, lihat kitab Shahih Targhib]

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta, dan pengamalannya, serta amal kebodohan, maka Allah tidak butuh pada amalannya meninggalkan makan dan minumnya.” [Shahih, HR. Al-Bukhari].


Sahabat Hikmah...
Marilah kita mendapatkan AMPUNAN dari Allah dengan mengamalkan puasa dengan baik (dengan tidak hanya meninggalkan makan dan minum di siang hari) dan juga dengan TAUBAT NASUKHA...

"Hai Orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa" (QS Al-Baqarah :183)

Marilah kita jadikan bulan Ramadhan ini sebagai universitas perbauikan diri sehingga kita menjadi manusia yang paling mulia di sisi Allah, yaitu AL-MUTTAQIIN...orang-orang yang bertaqwa..

"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu." (QS. al-Hujurat:13)

Dengan KETAQWAAN inilah Allah akan menghapus semua dosa-dosa kita dan akan melipatgandakan pahala amalan kita.

"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan memberi kamu furqon (petunjuk yang membedakan baik dan buruk), dan menghapus kesalahan-kesalahan kamu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah mempunyai karunia yang sangat besar." (QS Al Anfal :29)

"Barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan melipat gandakan pahala baginya" (QS Ath Thalaq:5)

Wallahu a'lam bishshawab

O.F.ALihat seterusnya..


Sumber: KATA-KATA HIKMAH

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

My Blog List

DOWNLOAD AZAN

ISLAMIC BANNER

ISLAMIC FHOTO

DAILY PRAYER TIME